4 Keajaiban Niat

Ahmad Fahim

4 Keajaiban Niat

Bismillahirrahmanirrahim.

Artikel ini adalah artikel pertama saya dalam web baru ini. tujuan web ini tidak lain adalah sebagai wadah menyalurkan hobi menulisku. Aiwah, jika seandainya website ini bisa menjadi ladang kebaikan dan bisa memberi manfaat sebagian orang yang membaca, maka saya sangat bersyukur. Namun perlu kalian ketahui, bahwa apa-apa yang tertulis dalam web ini adalah tulus untuk mengingatkan diri saya sendiri. saya yang masih muda tentunya masih berpotensi untuk melakukan kesalahan-kesalahan.

Niat adalah hal yang paling penting, oleh karena itulah saya tulis pertama kali. Segala hal, apapun itu akan dibedakan dari niatnya. tujuan utama kita akan sangat bergantung dengan niat. barang siapa yang punya niat baik, maka Insyaallah akan mendapatkan kebaikan. dan barang siapa yang berniat buruk, maka dia tidak akan dapat apapun kecuali keburukan. 

saya akan menulis 4 keajaiban Niat untuk kalian :


1. Niat baik akan ditulis sebagai Amal meski belum dilakukan

Abul Abbas, Abdullah bin Abbas bin Abdullah Muthalib ra berkata Rasulullah SAW menjelaskan, “Sesungguhnya Allah SWT sudah mencatat semua perbuatan baik dan buruk, kemudian Allah menerangkannya kepada para malaikat, mana perbuatan yang baik dan mana yang buruk yang harus dicatat. Oleh karena itu, siapa saja yang bermaksud melakukan perbuatan baik, lalu tidak mengerjakannya maka Allah mencatat maksud baik itu sebagai satu amal baik yang sempurna. Jika ia mengerjakannya maka Allah mencatat di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat dan dilipatgandakannya lagi. Siapa saja yang bermaksud melakukan keburukan lalu tidak jadi mengerjakannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu amal baik yang sempurna. Apabila ia mengerjakannya maka Allah mencatatnya sebagai satu kejelekan.” (HR. Bukhari dan Muslim)


2. Niat sebagai suplement dalam beramal

Dari Aisyah RA berkata, “Rasulullah SAW bersabda, sungguh Allah sangat senang jika salah satu di antara kalian melakukan suatu pekerjaan dengan sungguh-sungguh.” (HR. Thabrani)

banyak sekali pekerjaan besar yang hancur berantakan dantak terealisasikan disebabkan oleh lemahnya niat. Niat juga bisa menjadi pelecut kita dalam melakukan hal-hal besar dan berat. contoh yang sering di bicarakan guru saya adalah orang menghafal Al-quran, Syarat paling penting bukanlah teknik menghafal, atau tips-tips menghafal. akan tetapi "NIAT" cukup dengan niata yang kuat, tanpa teknik. tanpa apapun semuanya akan selesai.


3. Niat akan mempercepat hasil

Tahukah anda bahwa dengan niat yang kuat, siapapun bisa menjadi apapun. dengan niat kita bisa berfokus. dari fokus inilah kita mendapatkan percepatan dalam menggapai tujuan.


4. Niat akan menghilangkan kemalasan

A :"Kak saya ingin jadi penulis, tapi kok malas menulis, ya? bagaimana cara menghilangkan malas"

B :"Jangan malas, dipaksa." 

A :"Kok gitu jawabannya, kak!? Gak ada tips-tipsnya gitu? Saya juga tahu kalau cuman gitu."

B :"Jika kamu tahu kenapa masih malas? jawaban jujurnya cimple, memang itu."

Aiwah, memang itu jawaban terbaiknya. tapi, jika ada beberapa dari kalian yang hobi menulis, kemudian pusing tidak menemukan ide hingga stuck dan berhenti menulis. berarti niat kalian tidak kuat.

kemarin saat saya ikut di jumpa penulis bertemu Tere Liye, dia menjelaskan "Bagi seorang penulis tangguh, dia punya seratus niat untuk menulis. sekali niatnya rontok, dia masih menyimpan 99 niat. jika 4 niatnya hilang, maka dia masih punya 96, sehingga tidak perlu di khawatirkan. Apapun halangan yang menghadang, ia akan terjang. Apapun bentuk kemalasan menulis datang, ia akan lawan. sebab kuatnya niat dan tekadnya."

Sebagai penutup, saya akan sampaikan bahwa niat itu sangatlah penting. lebih penting dari pekerjaan itu sendiri, saat niat kita benar, maka kerjaan benar. saat niat salah, maka kerjaan kita meskipun baik akan tetap salah. berbuat baik jika ikhlas karena Allah akan menjadi baik. akan tetapi jika berbuat baik sebab hal lain, maka namanya adalah modus. dan modus ini memiliki tingkatan yang berbahaya.


*Aiwah adalah bahasa Arab yang berarti "Baiklah" dalam bahasa Indonesia. 

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar